“Tiada maaf bagimu.........”
“Kenapa aku harus maafin loe...?”
Teman,seakan -akan memaafkan adalah suatu pekerjaan yang super sulit sehingga sangat sulit kita lakukan. Secara psikologis memang meminta maaf cenderung lebih mudah kita lakukan sebab tidak ada beban. Bandingkan dan rasakan dua kalimat berikut ini:
“Bos,saya minta maaf.....” dengan “ Bos,saya maafkan anda.....”
Kita merasakan nuansa yang berbeda ketika membaca dua kalimat tersebut. Kalimat pertama cenderung kita rasakan tanpa beban,yang penting kita sudah minta maaf, soal dia mau memaafkan bukan urusan kita. Tapi kalau kita rasakan kalimat yang kedua maka ada emosi yang berbeda.
Ketika kita pada posisi diatas/tersakiti, maka akan muncul ego kita ketika kita diminta untuk memaafkan kesalahan orang lain. Kita akan cenderung menganggap diri kitalah yang benar dan yang lain salah sehingga akan muncul perasaan sulit memaafkan,apalagi kalau dibarengi dengan munculnya memori tentang kesalahan orang itu, jadi tambah berat.
Teman,sebenarnya memaafkan itu untuk diri kita sendiri. Lho kok bisa sih?Bukannya kalau kita memaafkan itu untuk orang yang kita maafkan supaya dia tidak tambah dosa....(wuih,sombong banget ya).
Memang secara lahiriah hal itu mungkin benar,tapi secara esensi kurang tepat. Bila tubuh kita adalah energi dan bervibrasi, maka segala macam emosi negatif seperti dendam,benci,sakit hati,dan lain sebagainya bisa disebut dengan vibrasi negatif. Setiap vibrasi, entah itu positif atau negatif efek feedbacknya akan kembali kepada diri kita sendiri.
Bisa kita ambil ilustrasi seprti ini:
Suatu ketika kita marah pada seseorang,tidak peduli kita benar atau salah maka jangan salahkan bunda mengandung kalau diwaktu yang akan datang kita gantian yang dimarahi orang. Dan biasanya kita cuma bisa bengong sambil melongo kenapa ya kok ada yang marah kepada ku? Kita jarang instropeksi kalau sebenarnya itu adalah hasil panen kita.
Jadi sebenarnya dengan memaafkan kita mengeluarkan semua racun-racun emosi negatif yang ada dalam diri. Yang tanpa kita sadari racun-racun itu menjadi semacam vampir energi yang menyedot energi dan vibrasi positif kita sampai habis sehingga apapun yang kita lakukan akan sulit berhasil karena kurangnya energi. Jadi kalau ada orang yang berdoa tapi kok tidak terkabul,seharusnya melihat kedalam diri apakah masih ada rasa dendam,benci yang nyangkut di hati dan pikiran kita.
Nah,dengan demikian bisa dikatakan bahwa semakain sering kita memaafkan maka jiwa kita akan semakin sehat.Sehingga kesuksesan dan kebahagiaan akan menghampiri kita dari segala penjuru.
Teknik berikut ini bisa dilakukan untuk berlatih memaafkan:
Relakskan tubuh dan pikiran. Bisa dengan menarik dan menghembuskan nafas panjang 3-5 x
Rasakan tubuh dan pikiran lepas dari beban dan rasa capek seiring dengan tarikan dan hembusan nafas.
Pejamkan mata dan munculkan wajah seseorang yang pernah menyakiti kita (yang akan kita maafkan). Biarkan emosi muncul tanpa ditahan. Bisa berupa rasa marah,sebel,dll.
Katakan dalam hati dan pikiran anda ditujukan kepada orang tersebut:
“ Wahai..........(sebutkan namanya) mulai saat ini dan seterusnya aku memaafkan kesalahan apapun yang telah dan akan engkau lakukan terhadapku dari dasar hati saya yang paling dalam”
5. Rasakan semua rasa dendam dan benci yang ada lenyap seiring dengan kata-kata anda.
6. Bayangkan dia tersenyum dan andapun juga tersenyum dan rasakan bahwa hubungan anda dan dirinya senakin bertambah baik.
7. Nikmati perasaan itu sampai anda merasa cukup.
8. Buka mata dan ucapkan rasa syukur.